Jumat, 11 Maret 2011

Ilmu Pengetahuan Populer

                        
A.   Identitas buku:
&   Judul buku                      : Budidaya dan bisnis “SARANG WALET”
&   Nama penulis                : Tim penulis PS
&   Nama penerbit            : PT. Penebar Swadaya
&   Tempat terbit               : Jakarta, indonesia
&   Tahun terbit                 : 2001
&   Cetakan/edisi ke           : 17/XVII
&   Jumlah halaman          : 74 halaman

B.   Rangkuman isi:
Pada umumnya jenis burung tertentu terkenal karena bulu serta sosok tubuhnya yang indah atau ocehanya yang merdu memikat hati. Akan tetapi, burung walet menjadi sangat terkenal justru karena sarangnya. Harga sarangnya sangat mahal sehingga tak heran bila hanya kalangan tertentu saja yang sanggup membelinya. Meskipun demikian pembelinya tetap banyak karena mereka menganggap adanya khasiat tertentu di dalamnya. Hal inilah yang mendorong para pemetik sarang walet rela mempertaruhkan nyawanya untuk mencapai gua walet yang letaknyasulit dijangkau, yaitu di tebing tebing tepi pantai. Alternantif lain dari perbuatan nekad untuk memperoleh sarang ini bisa dengan merumahkan walet di rumah yang telah sengaja disiapkan. Dari cara ini diperoleh beberapa keuntungan, diantaranya keseragaman mutu dan kebersihan sarang walet yang dihasilkan. Pemanenan sarangnya pun menjadi lebih mudah dilakukan. Mutu sarang walet ditentukan oleh bentuk,ketebalan,kebersihan,kadar air, dan warnanya. Sarang walet mutu merah adalah yang terbaik dan paling disukai konsumen, sedang sarang dari walet putih (Collocalia fuciphagus) paling mahal harganya. Selama ini budidaya walet di Indonesia umumnya berdasarkan pengetahuan yang diwariskan generasi sebelumnya.
JENIS-JENIS BURUNG WALET menurut jenis sarangnya:
  1. walet putih
  2. walet besar
  3. walet sarang hitam
  4. walet gunung
  5. walet sarang lumut
  6. walet sapi


FUNGSI SARANG WALET:
Sarang walet itu berfungsi sebagai food supplement ibarat multivitamin. Asupan sarang walet akan menstimulus kinerja organ-organ tubuh lebih baik. Kekebalan tubuh meningkat dan penyakit menyingkir, tutur spesialis kanker dari Sekolah Kedokteran Tradisional di Propinsi Henan, Cina. Jadi selain itu juga sarang burung walet mengandung protein yang berbentuk glikoprotein yang merupakan komponen terbesar selain karbohidrat, lemak, dan air. Jumlahnya mencapai 50 persen.
Di tubuh, protein berperan sebagai zat pembangunan. Ia membentuk sel - sel dan jaringan baru serta berperan aktif selama metabolisme protein asal hewan diakui lebih gizi lantaran punya ikatan senyawa lebih kompleks dari pada protein nabati.
Bahkan salah satu senyawa turunannya azitothymidine telah diteliti bisa melawan AIDS. Istimewanya lagi, sarang walet sumber asam amino yang lengkap. Tercatat sekitar 17 asam amino esensial, semi esensial dan non-esensial yang dimiliki. Salah satunya kini dikembangkan oleh peneliti-peneliti di barat sebagai pelawan stroke dan kanker. Mineral-mineral sarang walet tak kalah manjurnya untuk mendukung aktivitas tubuh.
Ada 6 mineral yang sudah diketahui seperti kalsium, besi, phospor, kalium dan natrium.
Di dalam tubuh, kalsium berperan untuk pembentukan tulang. Sayangnya, mineral dan senyawa penting sarang walet mudah lenyap. Oleh karena itu, Dr. Kong Yun Cheung dari Universitas Hongkong, menyarankan sarang walet tidak perlu di cuci, sebab glikoprotein akan terbuang, toh sup sarang walet tetap menunjukkan manfaat sugesti penyantaplah yang diduga jadi obatnya.
Hama-hama yang dapat yg dapat menyebabkan terjadinya kemerosotan produksi pada sarang walet:
1.      TIKUS ( suka memakan anak walet dan sarang walet
2.     SEMUT (suka memakan anak walet hingga menjadi tulang)
3.     KECOA (dapat memakan sarang walet hingga bentuknya menjadi cacat)
4.    KUTU BUSUK ( suka menghisap darah walet hingga walet kekurangan darah)
5.     KELELAWAR dapat menyebabkan walet tidak suka bertempat tinggal di suatu tempat)
6.    ELANG & ALAP-ALAP ( binatang ini suka memakan telur & sarang walet)
KESIMPULAN:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar